Real-world framing
Setiap topik diframe dengan pertanyaan dan contoh case yang kita biasa temui, bukan anekdotal khas soal ujian. Kita belajar persamaan karena butuh modelkan situasi bisnis, bukan sekadar karena ada di silabus.
Belajar matematika yang beneran kepake, bukan cuma ngulang pelajaran sekolah doang.
“Kamu bukan gak bisa matematika. Kamu cuma belum pernah dapat kesempatan belajar dengan cara yang lebih asik dan tepat guna.”
Modul ini dirancang untuk membantu kita berangkat dari dunia matematika sebagai prosedur dan perhitungan, lalu masuk ke dunia matematika sebagai bahasa dan argumen. Persamaan dan pertidaksamaan bukan sekadar jadi soal yang perlu diselesaikan, melainkan jadi cara merekam hubungan antara hal-hal yang ingin kita telaah. Grafik bukan sekadar jadi output visual, melainkan jadi tools untuk bercerita tentang pola dan kecenderungan. Modul ini memberikan struktur kepada hal-hal yang mungkin pernah kita pelajari, dan menjadikannya benar-benar berguna: aljabar dan pemodelan sebagai alat untuk berpikir, bercerita, dan menyelesaikan masalah.
4 pertemuan · 90 menit per sesi · Live Zoom
Baca, manipulasi, dan tulis persamaan.
“Kalau harga naik 20%, saya masih bisa untung gak?”
Memodelkan kendala sumber daya.
“Pengeluaran saya paling gak harus berapa supaya cukup buat investasi?”
Baca tren dan hubungan antarvariabel secara visual.
“Revenue naik tapi profit stagnan: grafiknya bentuknya gimana?”
Amati masalah, bikin model matematisnya.
“Mengubah materi yang “mati” jadi alat yang “hidup”, siap dipakai untuk keseharian.”
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu:
Perubahan ini bukan karena kamu tiba-tiba jadi jago matematika. Tapi karena kamu akhirnya punya bahasa yang tepat untuk hal-hal yang selama ini sudah kamu rasakan.
Daftar sekarangProgram ini untuk kamu yang udah kuliah, kerja, atau punya bisnis, dan mulai sadar bahwa kemampuan baca persamaan, statistical sense, dan argumen yang terstruktur itu adalah skill yang kamu butuhin setiap hari.
Setiap topik diframe dengan pertanyaan dan contoh case yang kita biasa temui, bukan anekdotal khas soal ujian. Kita belajar persamaan karena butuh modelkan situasi bisnis, bukan sekadar karena ada di silabus.
Ketinggalan satu sesi? Bisa nonton rekaman. Tidak perlu takut kehilangan materi.
Tugas mingguan 15–30 soal, dengan sistem rekomendasi otomatis berdasarkan sejauh mana kamu bisa ngerjain. Kamu tahu persis harus belajar apa selanjutnya.
Barry ngajar pakai coret-coret. Pertanyaan direspons saat itu juga, diskusi diikutin, dan contoh bisa disesuaikan dengan konteks kelas.
Satu sesi seminggu. Weekend pagi. Selesai sebelum aktivitas kamu mulai.
Berlaku s/d 24 Mei 2026.
Setelah 24 Mei 2026 · pendaftaran ditutup 31 Mei 2026.
Pendaftaran ditutup 31 Mei 2026. Kelas mulai 6 Juni 2026.

@barrysianturi · @ngobrolmatematika
Barry adalah math educator, content creator, dan memiliki gelar MSc in Applied Mathematics dari Imperial College London. Lewat @ngobrolmatematika, dia bikin matematika accessible untuk semua orang — dari yang gak suka maths sampai yang udah suka tapi butuh konteks baru. Barry ngajar dengan menghubungkan konsep ke situasi nyata. Tidak intimidatif, sangat cair dan terbuka dengan pertanyaan, dan bikin orang sadar bahwa mereka sebenarnya sudah berpikir matematis — tinggal dikasih language yang tepat.

@yuzamulia · @ngobrolmatematika
Yuza adalah EdTech product leader, co-founder Ngobrol Matematika, dan lulusan FMIPA Matematika dari Universitas Indonesia. Lewat @ngobrolmatematika, dia berkomitmen membuat matematika lebih bisa dipahami serta membantu meningkatkan performa dan cara berpikir orang sehari-hari. Dengan pendekatan induktif, Yuza merancang pembelajaran dari studi kasus dan alur kerja nyata di keseharian sebelum menariknya ke konsep dasar matematika.
Mulai dari satu modul. Lihat sendiri perbedaannya. Rp 400.000 (early bird) untuk 4 sesi — setara Rp 100.000 per pertemuan.
Daftar Sekarang