Probability
Konsep yang udah kita pelajari dari SMA, tapi jarang kita sadari bahwa sebenarnya kita pakai di mana-mana.
Semua orang pernah belajar statistika. Semua orang juga pakai ini di kerjaan. Tapi dua dunia ini sering kali tak terhubung.
“Kamu pernah lulus mata kuliah statistika. Tapi pernah gak ngerasa, pas lihat data di kerjaan, itu ilmu/pelajaran sama sekali gak kebayang pakenya gimana? Rasanya gak nyambung”
Kelas mulai 11 Juli 2026 · pendaftaran ditutup.
Hampir semua orang yang kuliah, apa pun jurusannya, pernah ambil mata kuliah statistika. Dan hampir semua orang yang kerja, apa pun rolenya, berurusan dengan data: konversi, retensi, hasil survei, A/B test, laporan kuartalan, keuangan. Dua hal ini seharusnya saling mengisi. Tapi kenyataannya, buat kebanyakan orang, keduanya berdiri sendiri-sendiri: yang satu jadi memori samar dari waktu-waktu yang udah lewat, sering kali dibarengi dengan ingatan yang gak enak; yang satu lagi jadi rutinitas baca angka merely untuk kerja. Modul ini dirancang untuk menyambungkan dua hal itu. Kita akan belajar kembali konsep dan kerangka berpikir statistika dan probabilitas lalu menggunakannya secara langsung dengan data/konteks yang kita hadapi sehari-hari. Begitu kedua hal ini connect, horizon kita jadi jauh lebih luas: kita jadi bisa develop pendekatan analisis yang sesuai dengan konteks kerjaan kita masing-masing, kita jadi tahu di mana letak pitfalls yang bikin kesimpulan tidak tepat, kita jadi lebih jago interpretasi data, dan utamanya kita bisa gali insight jauh lebih banyak dari data yang sama.
Konsep yang udah kita pelajari dari SMA, tapi jarang kita sadari bahwa sebenarnya kita pakai di mana-mana.
Dulu cuma kurva di slide. Sekarang jadi cara baca pola di balik setiap kumpulan data yang kamu pegang.
Kerangka yang dulu kepake buat uji coba di lab, sekarang kepake buat uji klaim—termasuk klaim kamu sendiri.
Dua versi, satu pertanyaan: bedanya itu beneran ada, atau cuma fluktuasi biasa?
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan mampu:
Bagaimana penguasaan konsep-konsep ini mengubah cara berpikir dan mengambil keputusan di berbagai peran — pilih peranmu untuk lihat dampaknya:
““Dulu aku cuma bilang ‘kayaknya sih trennya naik’. Sekarang aku bisa bilang seberapa yakin, dan kenapa.””
Perubahan ini bukan karena kamu tiba-tiba jadi jago matematika. Tapi karena kamu akhirnya punya bahasa yang tepat untuk hal-hal yang selama ini sudah kamu rasakan.
Program ini untuk kamu yang udah kuliah, kerja, atau punya bisnis, dan mulai sadar bahwa kemampuan baca persamaan, statistical sense, dan argumen yang terstruktur itu adalah skill yang kamu butuhin setiap hari.
Setiap topik diframe dengan pertanyaan dan contoh case yang kita biasa temui, bukan anekdotal khas soal ujian. Kita belajar statistika karena butuh membaca pola data di bisnis, bukan sekadar karena ada di silabus.
Ketinggalan satu sesi? Bisa nonton rekaman. Tidak perlu takut kehilangan materi.
Latihan mingguan 15–30 soal, dengan sistem rekomendasi otomatis berdasarkan sejauh mana kamu bisa ngerjain. Kamu tahu persis harus belajar apa selanjutnya.
Barry ngajar pakai coret-coret. Pertanyaan direspons saat itu juga, diskusi diikutin, dan contoh bisa disesuaikan dengan konteks kelas.
Satu sesi seminggu. Weekend pagi. Selesai sebelum aktivitas kamu mulai.
11 Juli 2026
Weekend pagi (default). Kalau tidak bisa hadir, rekaman dan latihan tetap tersedia.
Sebelum sesi pertama, peserta mendapat 15–30 soal diagnostik. Ini membantu Barry memahami level kelas dan memberi rekomendasi tindak lanjut.

@barrysianturi · @ngobrolmatematika
Barry adalah maths educator, content creator, dan memiliki gelar MSc in Applied Mathematics dari Imperial College London. Lewat @ngobrolmatematika, dia bikin matematika accessible untuk semua orang — dari yang gak suka maths sampai yang udah suka tapi butuh konteks baru. Barry ngajar dengan menghubungkan konsep ke situasi nyata. Tidak intimidatif, sangat cair dan terbuka dengan pertanyaan, dan bikin orang sadar bahwa mereka sebenarnya sudah berpikir matematis — tinggal dikasih language yang tepat.
Pendaftaran cohort ini sudah ditutup. Masuk waitlist supaya kami bisa kabari saat cohort berikutnya dibuka.